1. Volume beton yang akan dibangun adalah 10 x 6 x 0.1 = 6 m3 2. Total campuran tersebut adalah 1 + 2 + 3 = 6, itu berarti 1/6 adalah semen, 2/6 adalah Pasir, dan 3/6 adalah split. 3. Maka kebutuhan semen : 6 m3 x 1/6 = 1 m3 ; Pasir : 6 m3 x 2/6 = 2m3 ; Split : 6 m3 x 3/6 = 3 m3. Demikian sedikit ulasan tentang cara menghitung kebutuhan semen
Selanjutnya, Anda dapat menghitung biaya yang harus dikeluarkan dengan cara mengalikan volume pengerjaan plamir dengan harga borongan plamir plus material per meter persegi. Berikut adalah cara perhitungannya. Biaya plamir : Volume pekerjaan x harga borongan. Biaya plamir : 24 m2 x Rp 50.000 = Rp 1.200.000.
Volume pagar besi = 6 m x 1,5 m = 9 m2; 2. Biaya Pengecatan Pagar Besi. Setelah mendapatkan berapa volume pagar besi yang akan dicat, berikut cara menghitung total biaya yang diperlukan: Harga Borongan Cat Pagar Besi Tanpa Material. Biaya pengecatan pagar besi = volume pagar x harga borongan; Biaya pengecatan pagar besi = 9 m2 x Rp200.000 = Rp1
.